Beranda > Informasi, Pendidikan > Polemik Penulisan Insya Allah

Polemik Penulisan Insya Allah


Masih saja ada yang posting tentang polemik penulisan Insya Allah atau in shaa Allah dengan bermodal gambar yang konon kabarnya dikatakan oleh seorang Dr. Zakir Naik. Seolah yang In shaa Allah menyalahkan penulisan insya Allah karena konon insya Allah memiliki makna yang salah besar.

Komentar saya:
1. Yang kita semua sepakati dan pakem dalam penulisan bahasa Arabnya, begini: ان شاء الله

2. Permasalahan penulisan di luar bahasa Arabnya, itu memang bukan sesuatu yang pakem dalam syariat. Ini yang kita namakan transliterasi. Dalam hal ini adalah transliterasi dari huruf ش ke dalam huruf latin. Dan berhubung kita tinggal di Indonesia, maka yang dibahas adalah transliterasi bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal ini saya berpedoman sebagaimana dalam wikipedia pada link: https://id.m.wikipedia.org/…/Wikipedia:Pedoman_alih_aksara_… yang menyebutkan transliterasi huruf Arab ش adalah “Sy/sy”, bukan “Sh/sh” karena berdasarkan pedoman transliterasi ini, “Sh/sh” diperuntukkan bagi huruf Arab ص. Maka berdasarkan ini, penulisan “Insya Allah” lebih dekat kepada kebenaran menurut pedoman transliterasi Arab-Indonesia.

Adapun penulisan double a (shaa), berdasarkan pedoman transliterasi maka itu tidaklah tepat. Dalam pedoman disebutkan bahwa transliterasi huruf ا (alif) tidak dibunyikan alias tidak ditulis. Oleh karenanya tidak ada double a (shaa) dalam transliterasi Arab-Indonesia.

3. Setelah penulisan in, apakah penulisannya digabung atau dipisah? Menurut tata bahasa yang benar, penulisannya DIGABUNG. Silahkan cek di http://www.kbbi.web.id dan tuliskan di kolom pencarian, maka hasil yang keluar adalah:

insya Allah/in·sya Allah/ Isl ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi (maknanya ‘jika Allah mengizinkan’)

4. Hendaknya kita positif thinking (husnuzhan), mengedepankan prasangka baik kepada saudara kita, bahwa yang dimaksudkan dalam penulisan Insya Allah bukanlah makna yang salah besar itu, melainkan makna positif “jika Allah mengizinkan”.

5. Pembahasan saya ini hanya terbatas pada transliterasi Arab-Indonesia saja, jadi jangan tanyakan perkara di luar itu.

Kategori:Informasi, Pendidikan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s