Beranda > Informasi, Pendidikan > Perjuangan Keras Melawan Upaya Legalisasi LGBT (Fakta dan Realita)

Perjuangan Keras Melawan Upaya Legalisasi LGBT (Fakta dan Realita)


Teleconference dengan bapak Shamsi Ali, Imam besar masjid di New York, AS dalam acara Makna dan Peristiwa di TVOne (Selasa, 16 Pebruari 2016) membuka mata saya bahwa legalisasi LGBT di Amerika Serikat bukan karena para pesakitan LGBT dan para pendukungnya adalah suara mayoritas. Justru sebaliknya, para pesakitan LGBT dan para pendukungnya adalah kaum minoritas sedangkan suara kontra justru merupakan suara mayoritas. Lantas bagaimana bisa?

Jika kita mengaitkan AS dengan Demokrasi, maka seharusnya tidak ada legalisasi bagi LGBT mengingat keputusan yang diambil dalam demokrasi sangat erat kaitannya dengan suara mayoritas. Nyatanya, menurut Shamsi Ali, suara minoritaslah yang menang sehingga LGBT mendapat legalitas. Inkonsistensi dalam menerapkan sistem demokrasi? Saya pikir juga iya. Namun bukan itu yang bisa mengalahkan suara mayoritas.

Tahukah Anda, meskipun para pesakitan LGBT dan para pendukungnya adalah minoritas di AS akan tetapi pergerakan mereka begitu terstruktur, terorganisir rapi, massive dan tentunya mendapat sokongan dana yang besar. Tidak tanggung-tanggung para penyokong dana untuk mengampanyekan LGBT adalah para tokoh besar dunia. Mereka adalah para pengusaha, cineas dan tokoh-tokoh besar lainnya. Dalam sebuah situs LGBT disebutkan, setidaknya ada 10 perusahaan raksasa dunia yang menjadi penyokong kampanye LGBT. 10 perusahaan itu ialah:

1. LEVI’S
Levi’s merupakan pendukung gerakan anti Prop 8 (hukum yang melarang pernikahan sesame jenis di Amerika Serikat) dan gerakan White Knot (gerakan membela hak menikah LGBT di USA). Levi’s juga adalah perusahaan pertama yang terdaftar di Fortunes 500 yang memberikan tunjangan kesehatan kepada pasangan dari karyawan LGBTnya.

2. ELECTRONIC ARTS (perusahaan game)
Electronic Arts adalah perusahaan game pertama yang ikut berpartisipasi dalam It Gets Better Project. Dalam beberapa game yang mereka rilis, mereka menyediakan opsi untuk pasangan homoseksual. Mereka menerima protes dari beberapa kelompok masyarakat anti-gay, namun menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah kepada kelompok anti-gay.

3. NIKE
Nike telah menyatakan bahwa mereka mendukung persamaan hak LGBTdengan mendukung Referendum 71 di Washington yang memberikan hak kepada komunitas LGBTuntuk bisa memiliki domestic partnership. Perusahaan ini juga sangat terbuka kepada komunitas LGBT yang sempat memberikan kritik atas salah satu iklan mereka yang memiliki kesan anti-gay.

4. MICROSOFT
Sebelumnya Microsoft sempat menerima kritik dari komunitas LGBT, namun saat ini mereka telah memperjelas posisi mereka dalam perjuangan LGBT dengan menyumbangkan 100.000 USD untuk mendukung Referendum 71 di Washington. Para eksekutif Microsoft juga menunjukkan dukungan mereka secara pribadi dengan memberikan bantuan tambahan dari uang mereka pribadi.

5. AMERICAN AIRLINES
American Airlines memiliki “Rainbow Team” sebagai salah satu divisi penjualan yang didedikasikan untuk LGBT. Tidak hanya itu, mereka juga mengadakan event skala nasional dengan tema LGBTdan juga seringkali berpartisipasi dalam parade “Gay Pride”.

6. APPLE
Apple dengan lantang menyuarakan dukungannya kepada Pernikahan Homoseksual dan menentang Proposition 8 di Amerika Serikat. Mereka mendonasikan 100,000 USD kepada kampanye Anti Proposition 8. Sama dengan Levi’s mereka juga memberikan tunjangan kepada pasangan homoseksual karyawan mereka.

7. STARBUCKS
Starbucks sudah lama dikenal sebagai pendukung komunitas LGBT. Pada tahun 2005 mereka menyebarkan pesan pro LGBT di gelas kopi mereka. Sebuah grup didirikan untuk memboikot Starbucks dan mencoba menghentikan langkah Starbucks dalam membela hak LGBT, namun mereka tidak berhasil karena jumlah pendukung Starbucks mencapai 10 kali lipat dari para pemboikot.

8. GOOGLE
Google bukanlah perusahaan yang banyak berkomentar tentang isu social, namun dengan sangat mengejutkan, mereka menyuarakan kampanye anti Preposition 8 di Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai diskriminasi dan mengerikan. Para pendiri Google memberikan donasi sebesar 140,000 USD kepada kampanye Anti Proposition 8.

9. BOEING
erusahaan manufaktur Pesawat ini menunjukkan dukungan mereka kepada perjuangan persamaan hak Lesbian, Gay, Transgender, Biseksual, dan Queer/Questioning, dengan mendukung Referendum 71 pada tahun 2009.

10. IBM
IBM telah menciptakan lingkungan kerja yang yang sehat bagi karyawannya dengan memberikan tunjangan kepada pasangan homoseksual karyawan mereka. Mereka juga memiliki peraturan perusahaan yang jelas menentang diskriminasi terhadap LGBT. Human Rights Campaign memberikan rating 100% kepada IBM sebagai perusahaan yang “Gay Friendly” sejak 2003. IBM juga memenangkan lebih dari 40 Penghargaan LGBT dari seluruh dunia.

Dan tak lupa Facebook pun dengan terang-terangan telah mendukung kampanye LGBT, sebagaimana pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Mark Zuckerberg.

Oleh karena itu, meski bukan berasal dari suara mayoritas akan tetapi para pesakitan LGBT dan para pendukungnya telah berhasil menggoalkan bola legalisasi pernikahan LGBT dalam bentuk UU di AS. Ini merupakan prestasi besar. Makanya target selanjutnya adalah menggoalkan bola legalisasi LGBT di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan untuk tujuan ini melalui UNDP mencapai Rp. 108 milyar!

Indonesia adalah salah satu target untuk legalisasi LGBT di wilayah Asia Pasifik. UNDP telah mencanangkan program penghapusan “ketidakadilan” dan marginalisasi para pesakitan LGBT. UNDP menggaet berbagai komunitas dan lembaga yang bersifat regional hingga nasional untuk memuluskan rencana ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca di: http://www.asia-pacific.undp.org/…/…/being-lgbt-in-asia.html.

Coba perhatikan upaya mereka yang sangat terorganisir, begitu terstruktur, rapi dan massive. Sebuah upaya yang tidak main-main dan sangat membahayakan tatanan kehidupan manusia.

Sayangnya saya tidak melihat ada usaha yang sama yang dilakukan oleh orang-orang waras seperti saya dan Anda. Perjuangan dari orang-orang yang menentang LGBT justru kebalikan dari mereka yang berusaha keras melegalkan LGBT: tidak terorganisir, tidak terstruktur, amburadul dan dilakukan secara personal. Sebenarnya itu semua masih bisa dikatakan mending daripada tidak sama sekali.

Tetaplah berjuang wahai saudaraku. Perjuangan melawan gelombang legalisasi LGBT sangat berat. Ingaf, jangan biarkan negara kita dijadikan seperti AS. Para pesakitan LGBT dan pendukungnya memang minoritas, tapi gaungnya begitu besar. Pada akhirnya hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

Kategori:Informasi, Pendidikan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s